Seluruh Guru WAJIB BACA! 2 Pesan & Info Penting Mendikbud Nadiem Untuk Guru dan Tenaga Pendidik, Alhamdulillah

Seluruh Guru WAJIB BACA! 2 Pesan & Info Penting Mendikbud Nadiem Untuk Guru dan Tenaga Pendidik, Alhamdulillah

Selasa, 26 Januari 2021

Infodikbud.com -  Pekerjaan saat ini, mungkin tidak pernah terprediksi pada masa lalu. Perkembangan dan perubahan zaman itu terjadi lantaran adanya teknologi. Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pun berpesan kepada siswa untuk bisa beradaptasi dengan menjadi pembelajar sepanjang hayat.


Mendikbud mengatakan, sebagai akibat perkembangan teknologi digital saat ini tumbuh profesi baru yang tidak terbayangkan 5-10 tahun sebelumnya. Dia mencontohkan, profesi seperti youtuber, influencer, content creator, big data analisis, media data spesialis dan juga AI spesialis.


"Oleh karena itu, adaptasi dan adopsi teknologi serta literasi digital sudah menjadi keharusan yang perlu dikuasai oleh generasi masa sekarang. Khususnya anak vokasi zaman now," kata Mendikbud pada webinar Anak Vokasi Zaman Now, Senin (25/1/2021).


Mantan petinggi Gojek ini menuturkan, profesi-profesi baru ke depannya akan tumbuh terus dan begitu pula sebaliknya ada profesi yang juga tidak lagi dibutuhkan. Menurut dia, krisis global akibat pandemi Covid-19 inipun akan memperkuat berbagai ketidakpastian lainnya.


Oleh karena itu, ujarnya, jadilah pembelajar sepanjang hayat. Menurutnya, anak vokasi zaman now pun harus belajar untuk mencintai belajar dan mengembangkan kemampuan diri.


Dia menuturkan, ragam pendidikan vokasi baik SMK, pendidikan tinggi dan pendidikan non formal memungkinkan generasi muda zaman now untuk menekuni keahlian dan keterampilan spesifik yang sesuai dengan minat dan bakat.


Berikut Pesan Nadiem :


1. Kenalilah diri dan bakat


2. Temukan apa passion sehingga mampu melakukan dan memberikan sesuatu yang terbaik.


Sudah hampir setahun lamanya, sejak COVID-19 mewabah, kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring. Ini membuat sebagian masyarakat menjadi jenuh dan merasa kesulitan apabila belajar dari rumah.


Kapan pembelajaran sekolah tatap muka bisa dilakukan?

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, keputusan penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah itu bergantung pada kebijakan masing-masing pemerintah daerah sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri tentang sekolah tatap muka 2021.


"Jadi sekarang semua pemda di level kabupaten dan provinsi punya hak untuk membuka tatap muka sekolah walaupun zonanya di mana pun," kata Nadiem dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 di YouTube.


"Jadi mereka mengambil diskresi mana area-area yang mungkin relatif lebih aman dari sisi COVID, tapi juga daerah-daerah yang relatif sangat sulit melaksanakan PJJ (pembelajaran jarak jauh)," tambahnya.


Menurut Nadiem, yang paling mengerti tentang kondisi kesehatan di wilayah masing-masing adalah pemerintah daerah. Maka dari itu, keputusan pembelajaran tatap muka diserahkan pada pemerintah daerah, namun tetap harus ada persetujuan dari kepala sekolah dan komite sekolah setempat.


"Jadi lebih baik ditunjukkan ke masing-masing pemda karena mereka yang mengerti kondisi kesehatan dan kondisi kesulitan melaksanakan PJJ di masing-masing daerah mereka," ujarnya.


Nadiem juga menganjurkan, sebaiknya untuk daerah-daerah yang termasuk 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang kesulitan melaksanakan PJJ, sebaiknya segera menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun, tetap memperhatikan protokol kesehatan.


"Jadi anjuran dari Kemendikbud adalah untuk daerah-daerah di 3T, di daerah yang sangat sulit untuk bisa melaksanakan PJJ, itu sebaiknya sekolah tatap muka segera bisa dilakukan, karena sangat serius loss of learning yang terjadi, bukan hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia," jelasnya.

sumber: news.okezone.com

Demikian info yang dapat kami sampaikan.