RESMI ! Pernyataan Baru Mendikbud Soal BSU GURU & TENDIK HONORER Terbaru 2021, Guru Honorer Insyaallah Tersenyum Bahagia

RESMI ! Pernyataan Baru Mendikbud Soal BSU GURU & TENDIK HONORER Terbaru 2021, Guru Honorer Insyaallah Tersenyum Bahagia

Selasa, 26 Januari 2021

 

Belajardirumah.org -  Bagi kamu yang daftar bantuan BSU BLT Guru Honorer Kemendikbud Rp1,8 juta dan masih belum mengurusnya?


Tenang, karena kabarnya pengurusan BSU BLT Guru Honorer Kemendikbud Rp1,8 juta tersebut masih akan diperpanjang hingga tahun 2021.


Mendikbud rencananya memperpanjang pengurusan untuk pencairan dana bantuan BSU BLT guru honorer Kemendikbud Rp1,8 juta tersebut hingga Juni 2021 tahun depan.


Tentunya peserta guru honorer masih memiliki kesempatan untuk mengurusnya. Adapun target penerima BSU BLT guru honorer ini yakni sebanyak 2.034.732 orang.


Dimana dari terget tersebut terdiri dari 62.277 tenaga pengajar dosen baik itu dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS).


Serta sebanyak 1.634.832 pekerja yang akan kebagian dana tersebut. Bantuan diberikan kepada guru dari sekolah negeri atau swasta bahkan PAUD.


Sedangkan 237.623 akan diberikan kepada bagian Tata Usaha (TU) seperti Tenaga Administrasi, Tenaga Perpustakaan, dan Tenaga Umum.


Dilansir dari Kemdikbud, rencananya bantuan BSU BLT guru honorer Kemendikbud Rp1,8 juta akan diberikan satu kali kepada pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) honorer yang memenuhi kriteria.


Guna memenuhi persyaratan penerima Bantuan Subsidi Gaji Upah (BSU) guru honorer Kemendikbud Rp1,8 juta.


Nah, sembari menunggu penyaluran dana BSU BLT guru honorer Kemendikbud Rp1,8 juta tersebut.


Peserta bisa mengingat kembali kriteria apa saja yang menjadi persyaratannya. Adapun kriterianya, Jurnal Sumsel rangkumkan untuk Kamu.


Penerima yang berhak menerima bantuan BSU BLT guru honorer Kemendikbud Rp1,8 juta yakni:


1. Warga Negara Indonesia (WNI).


2. Berstatus Non-PNS, berpenghasilan di bawah Rp5 juta perbulan.


3. Tak menerima bantuan subsidi gaji/upah dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).


4. Bukan termasuk penerima Kartu Prakerja sampai dengan 1 Oktober 2020.


Sedangkan cara mengurusnya sangat mudah. Kamu wajib melampirkan beberapa berkas terlebih dahulu seperti Surat Keputusan Penerima Bantuan Subsidi Upah.


Serta Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Calon penerima juga harus melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), jika ada.


Kalau pun tidak punya NPWP, bantuan tersebut masih tetap bisa diterima. Setelah melengkapi empat dokumen tersebut.


Kemudian calon penerima mendatangi bank penyalur untuk melakukan aktivasi rekening dan menerima bantuan subsidi upah Rp 1,8 juta.


Kemudian lapor ke bank penyalur terdekat. Agar dana BSU BLT guru honorer Kemendikbud Rp1,8 juta bisa cepat cair.


Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menyampaikan mengenai apakah Bantuan Subsidi Upah (BSU) akan dilanjutkan penyalurannya di 2021 ini. Menurutnya saat ini BSU masih didiskusikan di tingkat kabinet.


Mendikbud menjelaskan, pada 2020 penyaluran BSU telah mencapai target. Yakni BSU telah diberikan kepada 1.634.832 orang di tingkat Paud, pendidikan dasar dan menengah. Lalu untuk tingkat pendidikan tinggi telah diberikan kepada 374.836 pendidik dan tenaga kependidikan yang menerima BSU. 


Mantan petinggi Gojek ini menjelaskan, penyaluran BSU itu berbeda dengan bantuan kuota belajar. Dimana BSU itu harus dibahas sebagai suatu paket kebijakan pemerintah pusat. 


"Jadi itu Jadi ini adalah keputusan satu level diatas. Yaitu keputusan dari kabinet dan tentunya menunggu arahan Pak Presiden.Tapi ini akan kita segera kabarkan setelah ada keputusannya," pungkas Nadiem.

 

Demikian info yang dapat kami sampaikan.