Empati

Pentingnya Empati

Permahkah Anda memikirkan bagaimana menjaga perasaan terhadap sesama? Kalau iya Anda termasuk orang-orang yang beruntung. Kenapa? Hanya dengan menjaga perasaan terhadap sesama yang dapat membuat kita selamat.

Seringkali manusia tidak merasa bahwa apa yang diucapkan, tingkah laku yang dikerjakan telah menyakiti perasaan hati orang lain. Hal ini terjadi karena tidak pernah melatih bagaimana merasakan hal yang dirasakan oleh orang lain. Sifat merasa (empati) terhadap orang lain diteorikan dengan ungkapan “senang melihat orang lain senang, dan ikut susah melihat orang lain susah, bukan sebaliknya.”

Lebih lanjut teori kecerdasan menamai ini sebagai bentuk kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal. Kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan bagaimana seseorang memahami dirinya sendiri, cerdas akan kekurangan dan kelebihannya, dan cerdas akan apa yang terbaik bagi dirinya. Terbaik disini bukan sesuatu yang hanya menguntungkan dirinya tetapi tetap dalam koridor menjaga keharmonisan dengan orang lain.

Kecerdasan interpersonal adalah kecerdasan untuk bagaimana seseorang itu dapat memahami orang lain. Menyangkut tentang bagaimana dapat bekerjasama dengan orang lain, berkomunikasi dengan baik, tidak menunjukkan dirinya lebih baik dari orang lain, dan yang terpenting adalah empati itu sendiri. Orang dengan kecerdasan interpersonal yang baik akan mampu mengaktualisasikan dirinya dan mampu diterima di lingkungannya dengan baik.

Kecerdasan intrapersonal dan intrapersonal adalah dua kecerdasan yang tidak langsung dengan hasil pendidikan. Yang dimaksud disini adalah berupa nilai. Kecerdasan bahasa, logika, spasial, bias jadi banyak menjadi prioritas di sekolah-sekolah. Namun demikian seperti teori multiple intelegensia bahwa kecerdasan ganda harus ditumbuhkembangkan di sekolah-sekolah baik di ruang kelas ataupun di luar kelas. Kecerdasan intrapersonal dan intrapersonal sangat terkait dengan manajemen qolbu (hati) yang dikembangkan oleh Aa Gim. Menurutnya hati kita harus dijaga dan dipelihara dengan baik. “jagalah hati jangan kau kotori, jagalah hati lentera hidup ini.” Itulah bunyi salah satu lirik beliau.

Avatar Eng (pengandali udara), generasi Avatar ke-100 juga mengatakan, bahwa musuh terbesar manusia itu bukanlah orang lain dengan tingkat ilmu yang tinggi seperti Raja Api misalnya, melainkan bagaimana menghadapi dirinya sendiri, mengendalikan dirinya sendiri,menahan kemauan dirinya sendiri. Hal ini pernah diungkapkan oleh Baginda Rosulullah SAW setelah memenangi perang besar, perang Badar, Kita baru saja menyelesaikan perang kecil, dan akan menghadapi perang besar, apa itu, yaitu perang memerangi hawa nafsu.”